11 April 2009

Penyakit Jantung & Stroke Serta Pencegahannya

Penyakit jantung dan stroke merupakan sosok penyakit yang sangat menakutkan. Bahkan sekarang ini di Indonesia penyakit jantung menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian. Penyakit jantung dan stroke sering dianggap sebagai penyakit monopoli orang tua. Dulu memang penyakit-penyakit tersebut diderita oleh orang tua terutama yang berusia 60 tahun ke atas, karena usia juga merupakan salah satu faktor risiko terkena penyakit jantung dan stroke. Namun sekarang ini ada kecenderungan juga diderita oleh pasien di bawah usia 40 tahun. Hal ini bisa terjadi karena adanya perubahan gaya hidup, terutama pada orang muda perkotaan modern. Ketika era globalisasi menyebabkan informasi semakin mudah diperoleh, negara berkembang dapat segera meniru kebiasaan negara barat yang dianggap cermin pola hidup modern.
Sejumlah perilaku seperti mengkonsumsi makanan siap saji (fast food) yang mengandung kadar lemak jenuh tinggi, kebiasaan merokok, minuman beralkohol, kerja berlebihan, kurang berolah raga, dan stress, lelah, menjadi gaya hidup manusia terutama di perkotaan. Padahal kesemua perilaku tersebut dapat merupakan faktor-faktor penyebab penyakit jantung dan stroke.

Faktor-Faktor Risiko Penyakit Jantung & Stroke
Ada berbagai macam penyakit jantung, namun penyakit jantung yang umumnya ditakuti adalah jantung koroner karena menyerang pada usia produktif dan dapat menyebabkan serangan jantung hingga kematian mendadak.
Penyebab penyakit jantung koroner adalah adanya penyempitan dan penyumbatan pembuluh arteri koroner. Penyempitan dan penyumbatan pembuluh arteri koroner disebabkan oleh penumpukan dari zat-zat lemak (kolesterol, trigliserida) yang makin lama makin banyak dan menumpuk di bawah lapisan terdalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi. Hal ini mengurangi atau menghentikan aliran darah ke otot jantung sehingga mengganggu kerja jantung sebagai pemompa darah.
Efek dominan dari jantung koroner adalah kehilangan oksigen dan nutrient ke jantung karena aliran darah ke jantung berkurang. Pembentukan plak lemak dalam arteri akan mempengaruhi pembentukan bekuan darah yang akan mendorong terjadinya serangan jantung.

4 Faktor Utama Penyebab Penyakit Jantung, yaitu :
1. Merokok berlebihan selama bertahun-tahun
2. Kadar lemak darah (kolesterol) yang tinggi
3. Tekanan darah tinggi
4. Penyakit kencing manis

Seperti halnya penyakit jantung, stroke juga erat kaitannya dengan gangguan pembuluh darah. Stroke terjadi karena ada gangguan aliran darah ke bagian otak. Bila ada daerah otak yang kekurangan suplai darah secara tiba-tiba dan penderitanya mengalami gangguan persarafan sesuai daerah otak yang terkena.
Bentuknya dapat berupa lumpuh sebelah (hemiplegia), berkurangnya kekuatan sebelah anggota tubuh (hemiparesis), gangguan bicara, gangguan rasa (sensasi) di kulit sebelah wajah, lengan atau tungkai.
Faktor-faktor penyebab terjadinya stroke mempunyai kesamaan dengan faktor risiko penyakit jantung, yaitu :
  • Merokok
  • Hipertensi
  • Kadar lemak darah tinggi
  • Diabetes mellitus
  • Gangguan pembuluh darah/jantung
  • Tingginya jumlah sel darah merah
  • Kegemukan (obesitas)
  • Kurang aktifitas fisik/olah raga
  • Minuman alcohol
  • Penyalahgunaan obat (Narkoba)
Mencegah Penyakit Jantung & Stroke dengan Pola Hidup Sehat
Upaya pencegahan untuk menghindari penyakit jantung dan stroke dimulai dengan memperbaiki gaya hidup dan mengendalikan faktor risiko sehingga mengurangi peluang terkena penyakit tersebut. Untuk pencegahan penyakit jantung & stroke hindari obesitas/kegemukan dan kolesterol tinggi. Mulailah dengan mengkonsumsi lebih banyak sayuran, buah-buahan, padi-padian, makanan berserat lainnya dan ikan. Kurangi daging, makanan kecil (cemilan), dan makanan yang berkalori tinggi dan banyak mengandung lemak jenuh lainnya. Makanan yang banyak mengandung kolesterol tertimbun dalam dinding pembuluh darah dan menyebabkan aterosklerosis yang menjadi pemicu penyakit jantung dan stroke.
Berhenti merokok merupakan target yang harus dicapai, juga hindari asap rokok dari lingkungan. Merokok menyebabkan elastisitas pembuluh darah berkurang, sehingga meningkatkan pengerasan pembuluh darah arteri, dan meningkatkan faktor pembekuan darah yang memicu penyakit jantung dan stroke. Perokok mempunyai peluang terkena stroke dan jantung koroner sekitar dua kali lipat lebih tinggi dibanding dengan bukan perokok.
Kurangi minum alkohol. Makin banyak konsumsi alkohol maka kemungkinan stroke terutama jenis hemoragik makin tinggi. Alkohol dapat menaikan tekanan darah, memperlemah jantung, mengentalkan darah dan menyebabkan kejang arteri. Lakukan olahraga/aktivitas fisik. Olahraga dapat membantu mengurangi bobot badan, mengendalikan kadar kolesterol, dan menurunkan tekanan darah yang merupakan faktor risiko lain terkena jantung dan stroke. Kendalikan tekanan darah tinggi dan kadar gula darah. Hipertensi merupakan faktor utama terkena stroke dan juga penyakit jantung koroner.
Diabetes juga meningkatkan risiko stroke 1,5-4 kali lipat, terutama apabila gula darahnya tidak terkendali. Hindari penggunaan obat-obat terlarang seperti heroin, kokain, amfetamin, karena obat-obatan narkoba tersebut dapat meningkatkan risiko stroke 7 kali lipat dibanding dengan yang bukan pengguna narkoba.

Sumber:
Yayasan Jantung Indonesia
http://www.nganjuk.go.id

RT 22 - Notulen 10 April 2009

DI BLOK A - 15
WAKTU : 19.50 – 21.35 WIB
(BPK. ARIEF GUNAWAN, S.H.,M.M.)


  1. Pengurus RT dalam persiapan mencari data-data pendukung guna pembuatan angket meminta pendapat warga tentang perlu/tidak penyediaan tanah makam. Hal ini dikarenakan warga Grand Rose Regency belum mendapatkan kepastian dari pihak developer tentang ketersediaan tanah makam. Dalam persiapan ini pengurus akan meminta kejelasan dari developer tentang JANJI PENYEDIAAN TANAH MAKAM BAGI WARGA GRAND ROSE REGENCY.
  2. Bagi warga yang SEDANG/AKAN merenovasi kediamannya (rumah), dimohon dengan hormat agar PENGADUKAN CAMPURAN SEMEN DAN PASIR TIDAK LANGSUNG KE PAVINGSTONE JALAN PERUMAHAN namun dilandasi dengan alas (berupa triplek, dlsb). Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kondisi kerapian, kebersihan dan keindahan pavingstone jalan perumahan.
  3. Selamat datang untuk warga baru di perumahan Grand Rose Regency yaitu BAPAK SUPARI (blok A-14), BAPAK IMRON ARIEF (blok B-11), BAPAK NOKI ARWANTO (blok A-8). Semoga tali silaturahmi dan keguyuban antar warga perumahan Grand Rose Regency terjalin semakin erat. Amin.
  4. Pada dasarnya, hasil musyawarah warga yang telah disepakati bersama oleh seluruh peserta musyawarah, yang kemudian dituangkan ke dalam selembar kertas bernama notulen SUDAH SEPATUTNYA DAN SEPANTASNYA UNTUK DIJUNJUNG TINGGI BERUPA TINDAKAN–TINDAKAN YANG MEMATUHI HASIL MUSYAWARAH TERSEBUT. Namun bagi warga Grand Rose Regency yang MERASA KEBERATAN/ADA KETERPAKSAAN/MERASA DITEKAN-TEKAN dengan hasil musyawarah warga tersebut, dapat ikut berperan aktif (dengan menghadiri pertemuan dan mengeluarkan keberatan/uneg2nya) dalam musyawarah yang diadakan setiap bulan. Atau kalau tidak ada waktu/sibuk dapat MENULISKAN ITEM-ITEM KEBERATANNYA disertai dengan nama terang beserta blok rumahnya kemudian mengirimkan surat keberatan tersebut ke pengurus RT 22 Grand Rose Regency. Penghargaan pada nilai2 musyawarah untuk mencapai mufakat lebih kami hargai, dan hal ini jauh lebih baik daripada keberatan-keberatan terhadap hasil musyawarah warga dibicarakan di luar forum yang tersedia (forum musyawarah warga). Bila warga sendiri saja sudah tidak mau menjunjung tinggi hasil musyawarah, siapa lagi yang kita harapkan? Lalu apa manfaatnya musyawarah yang diadakan setiap bulan untuk membahas berbagai masalah yang timbul tapi tidak ada tindak lanjut berupa perbuatan? Vox Populi Vox Dei (suara orang banyak adalah suara tuhan).

    NB:
    Kami mohon dengan hormat, NOTULEN INI DISIMPAN DENGAN BAIK sebagai alat pengingat masing-masing warga di Lingkungan Grand Rose Regency.