"Ya Tuhan kami, BERILAH AMPUNAN kepada KAMI dan saudara-saudara kami yang telah beriman LEBIH DULU DARI KAMI, dan janganlah Engkau membiarkan KEDENGKIAN DALAM HATI KAMI terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya ENGKAU MAHA PEMBERI lagi MAHA PENYAYANG." (Qur'an Surat Al-Hasyr : 10)Ditengah kesibukan yang mendera jasmani dan rohani manusia modern, maka sebuah forum silaturahmi yang coba di 'bangun' dan diberi nama "Jamaah Yaasiin dan Tahlil" dalam lingkungan masyarakat terkecil, di RT 22 RW 06 Desa Kemiri, menjadi semacam wadah untuk menghidupkan sisi rohani makhluk Tuhan yang berjuluk MANUSIA.
Bila Tuhan saja telah memberikan tuntunan untuk umatnya agar saling mendoakan sesama saudaranya (baik itu yang masih hidup maupun sudah meninggal) sekaligus berdoa untuk dirinya sendiri agar selalu dijaga hatinya dari 'virus' yang bernama dengki, masihkah ada keraguan dalam sanubari ini untuk berani dan menentang 'kata-kata' Tuhan?
Kalau masalah nama untuk forum itu, Tuhan tidak pernah mengaturnya secara detil. Tapi,....yang terpenting adalah ketulusan, keikhlasan dan kebesaran hati untuk mau merasa kecil di haribaan-NYA. Dengan duduk bersimpuh lalu berdoa dan mendoakan secara berjamaah, hal itu sudah menunjukkan kita merasa kecil dihadapan-NYA. Sekarang tinggal penataan hati kita masing-masing. Dan itu sudah menjadi tugas sang pribadi dengan Sang Khaliknya.
Minimal dengan adanya pertemuan rutin yang diisi dengan tausiyah (wejangan/kata2 baik) dan berdoa bersama lalu mendoakan saudara2 kita yang lain, maka ada nilai-nilai kebaikan yang coba kita kembangkan. Kita tidak usah berpikir tentang pahala. Karena masalah PAHALA itu adalah HAK PREROGATIF TUHAN. Memang sudah menjadi sifat dasar manusia, dalam beribadah pun kebanyakan manusia masih dalam taraf ber-'negosiasi' dengan Tuhan. Sehingga bila tiba saatnya, Tuhan pun pasti akan mengajukan 'PROJECT PROPOSAL' yang sangat luar biasa.
Suatu contoh........ coba kita perhatikan bersama.......
Mengapa bangsa ini terus menerus ditimpa musibah dan bencana?
Banjir, tanah longsor, gempa bumi, tsunami, semburan lumpur yang tidak tahu kapan berhentinya, PHK massal, dll. Siapakah yang mampu menghentikannya? Mampukah kita, dengan ilmu kita, sendirian saja, menghentikannya? Andaikan..... musibah dan bencana itu menimpa diri kita atau orang2 terdekat kita? Masihkah kita mampu ber-'negosiasi' ulang dengan TUHAN? Kita perhatikan, sudah terlalu banyak ahli dari berbagai disiplin ilmu mencoba memberikan solusi2 untuk mengatasinya. Kenyataannya.....?
Itulah tandanya, kalau Tuhan telah memberikan 'PROJECT PROPOSAL' untuk kita manusia yang hanya mengandalkan otak dan ototnya semata. Sekarang, tidak ada jalan lain,.....
Jalan satu2nya yang tersisa adalah mendekat, bersimpuh, secara jasmani dan rohani, semuanya, secara berjamaah, hanya kepada Tuhan.
Jangan pernah kita berharap akan MENUAI kalau MENANAM-nya saja SULIT. Semoga kita semua dijadikan oleh Tuhan menjadi hamba yang pandai bersyukur. Amien.